Selasa, 26 Februari 2019

Surat Lamaran Pekerjaan


                                                                                                        Kuningan, 27 Juli 2025
Lampiran      :  Dua Berkas
Hal                :  Lamaran Pekerjaan

Yth. Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Al-Anshor
Jalan Aspangi Raya Nomor 02, Pondok Awi
Kuningan

Dengan hormat,
          Melalui surat ini, saya bermaksud mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi posisi sebagai guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Al-Anshor. Adapun data pribadi saya sebagai berikut.
                                    nama                                : Althafunnisa, S.Pd.i
                                    tempat tanggal lahir         : Kuningan, 01 Juli 2001
                                    agama                              : Islam
                                    pendidikan terakhir         : S-1 Pendidikan Agama Islam,
                                                                              UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
                                    alamat                              : Jalan Sibudjangga Nomor 50, Kahiyangan,
                                                                              Pancalang, Kuningan
                                    nomor HP                        : 087710517274
          Berdasarkan keterangan di atas, saya bermaksud melamar pekerjaan untuk menjadi guru Pendidikan Agama Islam. Bersama ini saya lampirkan pula berkas penting lainnya. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan Bapak/Ibu. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

                                                                                                                    Hormat saya,


                                                                                                               Althafunnisa, S.Pd.i



DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nama                               : Althafunnisa, S.Pd.i
Tempat Tanggal Lahir     : Kuningan, 01 Juli 2001
Jenis Kelamin                  : Perempuan
Alamat                             : Jalan Sibudjangga, Blok Kliwon Rt 01 Rw 01, Kahiyangan,
                                          Pancalang, Kuningan
Kewarganegaraan            : Indonesia
Status                              : Belum Menikah
Telepon                            : 087710517274
E-Mail                             : AniSaadah0107@gmail.com


Latar Belakang Pendidikan 
·    Formal
Tahun 2009-2012       Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Miftahul ‘Ulum
Tahun 2007-2013       SD N Kahiyangan
Tahun 2013-2016       MTs Al-Anshor Silebu - Pancalang
Tahun 2016-2019       SMA Negeri 1 Al-Muhajirin Cilimus – Kuningan
Tahun 2019-2023       Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
                                    Yogyakarta (Pendidikan Agama Islam)
·    Informal
Oktober 2017 – September 2018 : Practical Sempoa Course – Mental Aritmatika 


Pengalaman Organisasi

·    Tahun 2019-2020 : Sekretaris Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
·    Tahun 2020-2022 : Anggota Himpunan Qari-Qari’ah Mahasiswa (HIQMA)
·    Tahun 2020-2021 : Komisi Pengawasan Aktivis Dakwah
·    Tahun 2021-2023 : Ketua Dakwah Syar’i Kampus


Pengalaman Bekerja

·    Juni 2024 - Juni 2025 : Guru Paud TK Tunas Bangsa, Jalan Utama Raya Nomor 11,
                                   Bantul, Yogyakarta.


Hobi dan Minat 

·    Membaca Buku
·    Berolahraga
·    Melukis Karya Seni
·    Mengikuti Kegiatan Sosial

Selasa, 19 Februari 2019

Cerita Pendek



Meraih Bintang Bersinar

Setelah selesai menempuh pendidikan SD, aku mencari dan mendaftar ke sekolah SMP/sederajat dan bingung ingin melanjutkan kemana. Akhirnya aku memilih bersekolah di MTs Al-Anshor yang letaknya tak jauh dari rumahku.
Hari pertama bersekolah tiba, aku berkumpul di lapangan untuk mendengarkan sambutan dari kepala sekolah kepada murid-murid baru dan mendengarkan arahan yang diberikan. Di lapangan, aku bertemu dengan teman-teman yang satu SD denganku dan kebetulan masuk MTs yang sama. Aku sangat bersyukur ada teman yang aku kenal untuk aku ajak bicara, karena hari itu adalah hari pertama masuk sekolah baru, sehingga dari seluruh murid belum ada seorang pun yang aku kenal.
Pagi itu sangat cerah berawan dan waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB, tibalah saatnya pemberitahuan pembagian kelas, semua murid memasuki kelas nya masing-masing. Saat aku akan memasuki ruang kelas, aku sempat berbincang dengan kakak kelas agar mendapat info tentang sekolah baruku ini. Tak lama kemudian aku mulai melihat seorang siswi perempuan yang sedang duduk sendirian di pojok kanan depan dari arah pintu kelas, aku menghampiri siswi tersebut dan aku duduk bersamanya hingga kamipun berkenalan.
Hari terus berlalu, angin menghembuskan tiupannya dengan tenang, mentari yang menghangatkan kami di pagi hari, pemandangan sawah yang ada di sekitar kamipun menunjukkan keindahannya seperti indahnya persahabatan kami. Persahabatan yang membawaku menuju pribadi yang lebih baik dengan ketakwaan dan niat baiknya dalam membimbingku. Semakin lama, aku kian merasakan perubahan yang terjadi dalam hidupku ketika aku berkenalan dengannya dari awal masuk sekolah hingga kini tahun ajaran yang akan segera berganti.
Pernah suatu ketika, ketika aku merasa bimbang, risau, gelisah dengan pembelajaranku yang tak sebaik dia. Aku merasakan keputusasaan menghampiri pikiranku. Aku katakan kepadanya hal yang membuat pikiran aku mejadi seperti ini. Aku mulai menceritakan bahwa di masa lalu tepatnya saat SD, pergaulanku tidak sebaik sekarang, dulu aku termasuk orang yang sangat durhaka terhadap orang tua, aku tidak mendengarkan pekataan orang tua akan nasihatnya, aku lalai terhadap sholat, aku tidak peduli dengan mereka terhadap apa saja yang telah aku lakukan. Orang tua ku sangat sabar dan tegas dalam mendidik nilai keagamaan terhadap anak-anaknya. Tetapi, tetap saja saat itu kelakuanku bukannya bertambah baik, bahkan bertambah buruk. Hingga pada suatu hari tepatnya saat aku berusia 12 tahun, Ibuku terkena penyakit asma. Dalam kondisi ibu yang sedang sakit dan ditemani Ayah, ibu berpesan agar aku dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ibu berkata, “Kamu lah yang akan menjadi investasi ibu di akhirat kelak. Jika kamu baik, menjadi pribadi yang sholeh, kelak Ibu dan Ayah akan berbahagia di alam yang kekal.” Dan tidak lama kemudian keesokan harinya selepas sholat subuh, Ibu di panggil dengan tiba-tiba oleh sang Khaliq untuk menghadapnya. Aku merasakan kehilangan dan kesedihan yang sangat mendalam ketika itu, dan kesedihanku pun bertambah setelah selang beberapa minggu kemudian, Ayah ku pun menyusul ibu dengan tenangnya. Ayah selalu berpesan kepadaku agar aku dapat berubah dan menjadi anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuaku. Lalu aku ingin hatiku menjadi tentram dengan kejadian itu, tolonglah aku, Sahabatku...
Setelah aku menceritakan kejadian itu, Syarifatul Bariyyah. Ya, ialah sahabatku, sahabat terbaikku. Rifa mulai menasihatiku, ia berkata, “Sahabatku, setiap orang pasti mempunyai masa lalu, masa lalu yang indah ataupun sebaliknya. Ini semua merupakan jalan dari Allah untuk kamu, agar kamu dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari masa lalumu. Percayalah sahabatku, Allah tidak akan memberi cobaan terhadap hambanya, kecuali ia sanggup menghadapinya. Perkataan orang tuamu sangatlah baik untuk kehidupanmu kelak. Mereka sangat menyayangimu, mereka bersabar atas perbuatanmu yang sangat menyakiti hati mereka pada masa lalu. Kini sudah saatnya kamu hijrah, perbaiki akhlak dan perbuatanmu. Buatlah orang tuamu bangga dengan hijrahmu saat ini. Buat mereka tersenyum di Syurga karena doa dan kebaikan yang kau lakukan saat ini. Walaupun mereka sudah tiada, doa dan permohonan maafmu pada mereka tidak mungkin tak akan di dengar oleh Allah, maka berusahalah dengan semaksimal mungkin, Allah Maha Pengampun, Maha Penerima Taubat. Kelak kamu pun akan bertemu dan berkumpul kelak bersama orang-orang yang kita cintai. Aamiin” Dengan perasaan yang membuat hatiku haru mendengar kata-kata yang diucapkan olehnya, dengan begitu mudah aku menitikkan air mata dan memeluk sahabatku dengan erat. Lalu aku katakan padanya, “Bimbing aku agar aku dapat membahagiakan kedua orang tua ku.” “Tentu saja, mari kita sama-sama belajar untuk memperbaiki diri kita” ia membalasnya dengan suara yang lirih.
Dengan aku menceritakan kejadian itu pada Rifa, sahabatku, hatiku menjadi tentram dan bahagia. Rifa mengajariku bagaimana kita menjadi pribadi yang takwa (menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya) dengan sabar, ia mengajariku bagaimana agar dapat belajar dengan baik serta menuai prestasi, semua hal baik yang terdapat dalam diri Rifa, ia amalkan kepadaku. Dengan keuletan Rifa dalam membimbingku, aku kini telah berubah dari pribadiku yang dahulu. Tak ku sangka, prestasi ku di sekolah hampir sama dengan sahabatku yang membuahkan hasil yang optimal sehingga aku dapat meneruskan ke sekolah yang menjadi impian bagi para siswa untuk masuk ke sekolah tersebut, dan sahabatku memilih untuk memasuki pesantren yang menjadi pesantren impian bagi para santri yang ingin masuk ke pesantren tersebut. Kami berhasil memasuki sekolah impian kami melalui jalur beasiswa.
Kami bersyukur sekali karena selama kami bersahabat, kami mendapat banyak hal yang dilalui bersama, berjuang bersama-sama dalam menghadapi kesulitan, bertahan dalam menghadapi cobaan yang menerpa, serta saling menguatkan dalam menghadapi cobaan. Kini kami bertekad bersama, agar cita-cita dan keinginan kami tercapai dan tetap bersahabat hingga di akhirat kelak. Aamiin..